Pengalaman Bekam

Beberapa hari lalu, saya udah mencoba terapi bekam. Wah saya nyesel… kenapa saya nggak melakukan ini sejak dulu. Saya udah sering dengar tapi benar-benar berniat saat ini. Bekam sebaiknya dilakukan 4 bulan sekali (umur sel darah merah). Dalam sebuah hadits: “Sebaik-baiknya kamu berobat adalah berbekam.” (HR Muslim). Bekam merupakan metode pengobatan yang paling tepat ketika dunia kedokteran tidak mampu mengatasinya. Ia mampu menyembuhkan 72 jenis penyakit termasuk asam urat, darah tinggi, stroke, kencing manis dan lainnya disamping untuk menajamkan penglihatan, meringanku tubuh. Teknik ini bahkan sudah dipakai di klinik-klinik bekam di Eropa dan Jerman. Abad 18 orang Eropa menggunakan lintah untuk alat bekam. Demikian juga dengan rumah sakit di US. Namun kelemahan lintah ialah ia dapat mengkibatkan infeksi.

Bekam atau Al-hijamah adalah membuang darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Darah kotor mengandung racun dan darah statis yang menyumbat peredaran darah, sehingga peredaran darah tidak berjalan sebagaimana mestinya yang mengakibatkan gangguan kesehatan. Yang menarik, Nabi pernah melakukan bekam ketika beliau terkena sihir. Artinya bekam juga menjadi alternative untuk metode ruqyah.

3 Responses to “Pengalaman Bekam”

  1. arema Says:

    gmana rasanya? enak ga? bekasnya susah ilang ga?

  2. dwi Says:

    enak lah, hampir ilang…nih senin depan mo kesana lagi….

  3. creativcommon.org Says:

    […] dua kali ini saya menjalani bekam. Bekam sejatinya mesti dilakukan sejak umur …. , berapa ya lupa :). Yang jelas ketika kita […]

Leave a Reply