Sedih deh Kucing Mati

Ternyata manusia itu bisa mempunyai perasaan yang dekat dengan hewan. Biasanya kalau pas lagi baca artikel tentang kedekatan manusia dengan hewan peliharaan, saya cuman mikir: “Kok bisa segitunya yah?”. Apalagi pas beberapa hari yang lalu, saya membaca seorang wanita yang sampai berkirim surat sama kucingnya, memasang foto kucingnya dan wanita yang lain berkabung dalam waktu yang cukup lama ketika kucingnya mati sampai-sampai temannya mengatakan bahwa tidak seharusnya dia begitu.

Tapi, kali ini saya mengalaminya sendiri ketika hewan peliharaan saya mati. Tepatnya ialah seekor kucing Persia kecil berwarna kuning. Dia pemberian dari seorang teman mungkin sebagai ucapan terima kasih. Kucing ini sangat lucu penampilannya dan yang paling mengesankan dia sangat jinak dan kolokan. Selain penampilan, tingkah lakunya juga lucu. Jadi dalam waktu singkat dia mencuri perhatian saya, hehe. Ketika kucing ini mati (kucing ini sakit dan usaha kami untuk menyembuhkan tidak mendatangkan hasil), hari pertama cuman kecewa yang ada. Eh, hladalah hari kedua, ketiga saya merasa sedih yang agak mendalam. Sampai-sampai saya tidak mau mengingat hal itu lagi. Sampai saat ini ketika saya mengingatnya, langsung saya alihkan pikiran. Wah, ternyata hal seperti ini bisa juga terjadi… .

Sekarang tinggal ada 1 kucing Persia abu-abu yang masih kecil, kelihatannya daya hidupnya lebih baik dari yang kuning. Saya berharap dia bisa hidup sampai dewasa. Kucing ini sering menjadi penghibur saya dengan wajahnya yang lucu. Bukan hanya penghibur, dia juga mencuri banyak waktu saya kalau saya tidak menyadarinya…… hehe. Kapan-kapan pingin masang fotonya di blog ini.

3 Responses to “Sedih deh Kucing Mati”

  1. yudi Says:

    ntar kalo dah agak besar pasti jadi nakal n suka maling ikan di dapur :mrgreen:

  2. kucing persia Says:

    Innalillahi wa innalillahi rojiun…

  3. arie Says:

    @yudi
    hihi, kalo persia ngga kok…hiks

    @rado
    o ‘ow…. tu jg buat hewan ya….hiks

Leave a Reply