Membuat Content Butuh Usaha
Jun 15th, 2008 by arie
Ya iyyalah..jelas membuat content butuh usaha. Untuk blogger pemula hal ini menjadi masalah. Juga untuk blogger yang mempunyai banyak blog. Banyak blog is banyak rejeki tapi banyak blog is also banyak usaha :D. Apalagi jika blognya berbahasa Inggris yang notabene adalah second language buat kita-kita, wah usaha membuat content jadi butuh extra tenaga. Sedangkan pemakaian free article memang tidak bisa disalahkan sepanjang tetap dicantumkan author aslinya. Tapi bagaimanapun free article mempunyai kekurangan yaitu mereka kurang disukai search engine. Dan bagi beberapa broker repiu pun free article kurang disukai daripada original article. Ada beberapa cara yang menurut beberapa orang bisa menjadi alternative.
Pertama, pake jasa penerjemah. Yang ini butuh extra money untuk membayar penerjemah, yang biasanya minta Rp. 4000,- per lembar. Tapi sepertinya lumayan lah bisa membantu. Cocok untuk yang uangnya sudah mencukupi buat hal tersebut.
Kedua, pake jasa translator misalnya Google. Cara pemakaiannya ialah dengan menerjemahkan artikel berbahasa Inggris ke bahasa lain, kemudian diterjemahkan lagi ke bahasa Inggris. Tapi hasil terjemahan kedua ini masih membutuhkan sedikit editan dari kita. Setidaknya cara ini menghindarkan dari duplikat content.
Ketiga, pake PLR atau Private Label Article. PLR ini diperbolehkan untuk dijiplak oleh penulisnya walaupun tanpa penambahan apapun. Tapi ya namanya PLR, akan banyak orang yang menggunakannya. Jadi sebaiknya diedit sedikit atau banyak akan lebih baik sehingga tidak terdeteksi sebagai duplikat content oleh Copyscape. Bisa juga cara ini digabung dengan cara kedua. Yaitu dimasukin ke translator.
Keempat, menggabungkan beberapa free article dengan topik yang mirip. Ini juga butuh lumayan waktunya karena menggabunkannya juga ngga bisa asal. Tapi setidaknya grammarnya lebih terbantu.
Kelima, naah ini yang berat tapi sebetulnya cukup mendidik. Yaitu menerjemahkan sendiri artikelnya, hueheuee. Memang makan banyak waktu tapi kadang praktis juga karena bisa langsung meringkas dari 1 artikel berbahasa Indonesia tanpa perlu menggabung-gabungkan dengan artikel lain.
Mungkin ada yang tahu cara lain yang lebih praktis?

kalau yang terbiasa sih enjoy aja, klo ane sih asal nulis aja.. cm memulainya yang berat, angin2an tp klo uda terjun sih enjoy..
iya kalo enjoy sih enak..do…yg syuseh tu yg bhs ing..:D andai lancar casciscus…kpn ya
belum tau cara yang lain
selama ini pake penerjemah aja.
nerjemahin ?bayar?
menurut saya… berpayah-payah bikin konten musti tetep dijalani sendiri.. Kalo terus dihindari, kita jadi ga ahli-ahli… tergantung terus sama orang lain.. Lagipula, blogging in english pasti awalnya buat search engine bukan buat orang, jadi ga perlu sestres itu kaya nulis buat lomba karya ilmiah
pake gugel translator hasilnya luar biasa
luar biasa semrawut hehe.. mesti diedit maneh.
seandainya english is my mother tongue, sialnya inggrisku katrok hehe
yaah..senasib dunk….padahal enak ya kalo bikin pk bhs sendiri..english gue kaku alias rigid…wkwkwk